Pages

Jumat, 28 Mei 2010

Hirup Pikuk Sang Pengusaha

Kini akan ku ceritakan pengalaman pribadi saya di blog ini, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kawan-kawan semua. Ketika pada tanggal 1 Agustus 1987 saya lahir di Jln. Ciganitri Rt. 02 Rw. 02 No. 64 Bojongsoang-Bandung. Saya sekolah di SDN Mulyasari 01, dan SMPN 18 Trs Buahbatu Bandung. akan tetapi setelah lulus smp saya tidak langsung meneruskan ke sma / sederajat. sebelum saya keluar dari smpN 18 saya di tanya terlebih dahulu oleh wali kelas saya Ibu Guru tercinta Reni Maria yang mendidik PKN pada waktu itu.
Ibu reni : "Wahai anakku tersayang"
Andre : "Iya Bu..."
Ibu Reni : "Mau kemanakah engkau diteruskan"
Andre : " (dengan nada sendu)..... Bu, sebenarnya saya ingin meneruskan ke SMA / Sederajat
akan tetapi takdir tidak berkehendak dengan saya, mungkin saya akan berhenti dahulu selama satu tahun buu...."
Ibu Reni : "Kenapa wahai anakku"
Andre : "Kedua orang tua saya belum mampu untuk membiayai untuk sekolah bu...."
Ibu Reni : "Emang Kedua orang tua andre kerja apa?"
Andre : "mamah kerja sebagai ibu rumah tangga, sementara ayah adalah seorang petani yang tidak tentu penghasilannya, mungkin sekarang saya akan mengambil ijazah saya bu... boleh kan?"
Ibu Reni : "Emang tidak mau ikut perpisahan"
Andre : "Nah ibu sendiri tau bagaimana keadaan andre sekarang"
Ibu Reni : (Terdiam sejenak)...... iyah andre boleh diambil sekarang ijazahnya, (sambil menatap ijazah) dan mengatakan, andre kamu bagus nilainya di bidang komputer."
Andre : "Alhamdulillah bu, emang kenapa?"
Ibu Reni : "Andre, kebetulan di tempat mendidik suami ibu ada yang membutuhkan pegawai di bidang koperasi siswa, emm..... bagaimana kalau andre untuk satu tahun ini kerja dahulu disana?
Andre : "buu.. apakah saya bisa untuk bekerja"
Ibu reni : "Insya Alloh dengan kerja keras dan kemampuan yang andre miliki, ibu yakin pasti andre bisa."
Andre : " Iyah buu akan saya coba, tapi sebelumnya saya mohon ijin untuk meminta restu dari ke 2 orang tua bu..."
Ibu Reni : "Iyah anakku... tapi setelah itu andre cepat hubungin ibu yah?"
Andre : "Iyah ibu......."
Setelah itu saya menceritakan apa yang di katakan oleh guruku tercinta kepada ke dua orang tua saya, dan jawabannya adalah positif "YA" dan saya pun langsung memberikan kabar pada Ibu Reni bahwa saya boleh bekerja, ibu reni pun menyuruh saya besoknya pagi2 untuk datang ke SMPN 13 menemui Bapak Asep Rahmat, dan Ibu HJ Tini.
Saya pun tiba menemui ibu Hj tini dengan memakai sepedah pederal berwarna merah. pada awalnya saya bingung dan bertanya pada siswa disana keberadaan Bapak Asep Rahmat dan Ibu Hj Tini. kata siswa itu : "ooooh... mungkin beliau ada di ruang guru disebelah sini aa". dan saya pun masuk sambil mengucapkan : "Assalamu`alaikum" seorang guru (Ibu Ida) menjawab: "Wa`alaikum salam, mau ke siapa dek" Andre : "Mau ke Bapak Asep Rahmat dan Ibu Hj Tini" Ibu Ida : "oooh... ini Ibu Hj Tini dan ini Bapak Asep Rahmat" saya pun langsung sun tangan pada beliau berdua. dan menceritakan apa yang di katakan oleh Ibuku tercinta Reni maria.
Tidak lama kemudian saya di bawa ke koprasi siswa dan di perkenalkan kepada bapak mamay, untuk jadi rekan kerja saya. ternyata saya bekerja di bidang perdagangan makanan, rental komputer, dan foto copi. lama-kelamaan saya bisa menguasai semua itu.
Hari demi hari gaji pun di terima dan dikumpulkan dari hasil keringat sendiri, memfoto copi, jilid, rental komputer, jual buku sekolah, seragam siswa, makanan dan minuman. asyik, rame, dan cukup melelahkan.
Setahun sudah saya bekerja di koperasi itu, dan saya bilang ke Bapak Asep Rahmat dan Ibu Hj Tini. saya ingin melanjutkan sekolah ke pondok pesantren persatuan islam Ciganitri. dengan modal lahaula walaa kuwwata illaa billah. dan saya pun di beri uang sebesar 1,5 juta rupiah.
Setelah itu saya daftar dan masuk ke pesantren dekat rumah saya, dan menggunakan uang dari hasil kerja selama 1 tahun di tambah pemberian Ibu Hj Tini sebesar 1,5 juta. saya langsung membeli motor grand warna hitam milik bapak mamay sebesar. 3,5 juta rupiah.
Perjuangan saya tidak putus begitu saja, sambil sekolah saya pun harus bekerja menjadi tukang ojek GBA (Griya Bandung Asri II dan III) dekat rumah saya, dengan menggunakan motor grand tersebut.
setelah 3 tahun menjadi tukang ojek dan uang pun terkumpul, karena motor yang saya gunakan sering rusak. maka saya putuskan untuk mengganti / tukar tambah dengan motor smas milik shourum yang di batu nunggal bersama rekan ojek saya.
Sampai sekarang saya masih menggunakan motor smash dari hasil keringat yang saya kucurkan. dan alhamdulillah saya sekarang kuliah di UIN Bandung Jurusan PAI sekaligus mengelola sendiri warnet family Al-Mutaqin sebanyak 9 unit dan PS2 4 Unit di Jln ciganitri 03/07 No. 10 Bojongsoang bandung. dan Ibu saya sebagai Ibu Kos sebanyak 10 kosan, sementara ayah tetap berpendirian sebagai seorang petaani.
Mudah-mudahan dengan kisah yang dialami oleh saya pribadi, menjadi contoh bagi kawan-kawan semua bahwa : Hidup ini adalah perjuangan yang tidak kenal gengsi, jangan boros, semangat bekerja, dan jujur. tanamkan moto dalam diri kawan-kawan : "akan aku genggam negara ini dengan kedua tangan kawan2" mari kita berjuang bersama demi mewujudkan cita2 kita.


Andre Sang Pengusaha

0 komentar:

Poskan Komentar