Pages

Rabu, 02 Juni 2010

TAFSIR AAGAMA ISLAM

TAFSIR AYAT-AYAT AL QURAN

TENTANG AGAMA ISLAM

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah

Tafsir Quran

Disusun Oleh Kelompok 10 :

Asep Saepul Ulum

Ahmad Muzakir

Alin Agustina

Aceng Tajul Arifin

Jurusan Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

UIN SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2009

KATA PENGANTAR

ÉOó¡Î0 «!$# ÇuH÷q§9$# ÉÏm§9$#

Segala puji bagi Allah, sang pencipta, maha memberi segalanya, pembuka, pemberi rezeki dan pemberi nikmat meskipun tanpa diminta. Tuhan yang telah memberikan rahmat dan karunianya yang tidak terhingga, yang telah menciptakan alam semesta untuk diurus dan dijadikan pelajaran oleh hambanya. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada pemimpin umat, revolusi islam sedunia, teladan bagi semua hamba yang mengharapkan ridho dan kasih sayang-Nya, tidak terlupa kepada sahabat dan keluarganya yang selalu mendampingi dalam suka dan duka perjuangan hingga islam mulia sampai akhir dunia.

Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen mata kuliah Tafsir Quran yang telah memberikan bimbingannya, kepada teman-teman yang selalu membantu dalam penyelesaian makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari kekurangan dan kehilafan, oleh karena itu keritik dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih baik dalam penulisan makalah selanjutnya sangat penyusun harapkan.

Bandung,18 Mei, 2009

Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sebelum Agama Islam datang kehidupan manusia di zaman jahiliyah sangat tidak teratur bahkan tidak memiliki pemimpin sendiri sehingga menimbulkan berbagai macam penodaan terhadap kehidupannya, maka dengan kejadian tersebut Allah SWT menurunkan wahyu melalui seorang Nabi yang bisa mengubah kehidupan yang lebih baik dengan menjalankan Syariat Agama Islam. Dengan Agama Islam itulah manusia bisa bahagia, selamat dunia dan akhirat.

Agama Islam merupakan wahyu dari Allah SWT yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saw di semenanjung Arabia pada awal abad ke 7 Masehi, di dalam masa 23 tahun (610-632 M). Selama 23 tahun itu Nabi Muhammad saw menyebarkan agama Islam kepada ummat manusia untuk kembali ke jalan yang benar yaitu supaya tunduk dan patuh kepada Allah SWT agar diakhirat kelak mendapatkan pahala atau kebahagiaan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang di maksud dengan agama islam?

2. Bagaimana penafsiran ayat-ayat yang berhubungan dengan agama islam?

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFATAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah.................................................................................... 1

2. Rumusan Masalah.............................................................................................. 1

BAB II. PEMBAHASAN

A. Pengertian Agama Islam.................................................................................... 2

B. Ayat-ayat Al Quran yang berhubungan dengan Agama Islam......................... 2

1. QS. Ali Imran ayat 19.......................................................................... 2

a. Ayat 20.......................................................................... 3

b. Ayat 85.......................................................................... 5

2. QS. Al Maidah ayat 3.............................................................................. 6

3. QS. Ass Shafat ayat 7............................................................................. 7

4. QS. Al An’am ayat 125........................................................................... 8

5. QS. Az Zumar ayat 22`........................................................................... 9

BAB III. PENUTUP

A. Kesimpulan........................................................................................................ 11

B. Saran.................................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Agama Islam

Dalam bahasa Arab, kata "Islam" adalah tunduk atau patuh, atau juga bermakna penyerahan diri. Jadi yang dimaksud dengan agama islam adalah penyeraha diri dengan sepenuhnya kepada Allah SWT di dalam tata kehidupan, hal itulah yang dimaksudkan oleh firma Allah dalam Surah Adz Zariyat ayat 56.

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

Oleh karena itu setiap agama yang diwahyukan oleh Allah sejak dari masa Nabi Adam as sampai kepada Nabi Isa as bersifat penyerahan diri kepada Allah SWT, maka tersebab itulah semuanya dinyatakan Agama Islam.

B. Ayat-ayat Al Quran yang berhubungan dengan Agama Islam

1. QS. Surah Ali Imran ayat 19, 20 dan 85

19. Sesungguhnya agama (yang benar) disisi Allah hanyalah Islam, dan mereka yang (dulu) telah diberi al-Kitab§ tidak berselisih kecuali setelah pengetahuan (tentang kebenaran) dating kepada mereka, karena mereka saling diri. Dan barangsiapa mengingkari tanda-tanda Allah, maka sesungguhnya Allah Mahacepat dalam menghitung.

§ Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

Menurut penafsiran Nurul Quran di dalam ayat tersebut dikatakan bahwa yang dimaksud ruh dari agama yaitu penyerahan diri kepada Allah, berurutan dengan pernyataan tentang keesaan Allah, al-Quran menyatakan tentang ketunggalan agama dan menyatakan:

"Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah islam"

Jadi agama yang benar di sisi Allah adalah ketundukan atau penyerahan diri orang-orang yang taat kepada kehendak atau perintah Allah.

"Dan mereka yang dulu telah di beri al-Kitab tidak berselisih"

Yang menjadi tujuan dari ayat ini adalah para penganut agama Yahudi dan Nasrani yang perselisihannya karena mereka menolak Islam.

"Kecuali setelah pengetahuan (tentang kebenaran) datang kepada mereka"

Ketika mereka memahami bahwa agama islam adalah benar, para pengikut Yesus percaya kepada trinitas (Bapak, putra dan Roh Kudus), dan bangsa yahudi berkata,"Ezra adalah anak tuhan." Jadi kedua kaum ini berselisih tentang kenabian Nabi saw, walaupun mereka telah sepenuhnya mempelajari dan menemukan. Julukan-julukan dan ciri-ciri khusus Nabi saw dalam kitab-kitab mereka (Taurat dan Injil), mereka benar-benar mengetahui bahwa Muhammad saw adalah Rasul Allah dan Nabi-Nya.

"Karena mereka saling diri"

Kalimat ini berarti bahwa penolakan dan perselisihan mereka disebabkan oleh kedengkian mereka dan upaya mereka untuk saling memperoleh posisi tertinggi, dan bukan karena keraguan mereka kepada kebenaran islam.

"Dan barang siapa mengingkari tanda-tanda Allah"

Yang dimaksud tanda-tanda Allah adalah al-Quran, Taurat, dan Injil, serta ciri apa pun yang dimiliki Nabi saw yang terdapat di dalamnya.

"Maka, sesungguhnya Allah Mahacepat dalam menghitung"

Allah Mhacepat dalam melakukan perhitungan (hisab), dan pada saat yang sama, tiada perbuatan manusia mana pun yang bisa tersembunyidarinya.

Ali Imran ayat ke 20

20. Jika mereka berdebat denganmu, maka katakanlah, "Aku telah menyerahkan diriku (sepenuhnya) kepada Allah dan juga para pengikutku." Dan katakanlah kepada mereka yang telah diberi al-Kitab dan orang-orang yang ummi( tak bisa membaca), "Apakah kau juga menyerahkan dirimu?" Jadi, jika mereka tunduk, sesungguhnya mereka telah memperoleh petunjuk yang benar, dan jika mereka berpaling, maka yang wajib bagimu hanyalah menyampaikan pesan, dan Allah Mahatau tentang hamba-hamba-Nya.

Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan Ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Fenafsirannya

Jika mereka berdebat denganmu, maka katakanlah, "Aku telah menyerahkan diriku (sepenuhnya) kepada Allah dan juga para pengikutku."

Menurut Tafsir Nurul Quran penafsiran ayat tersebut dikatakan bahwa Allah ketika berfirman kepada Nabi saw, telah memerintahkan kepadanya bahwa jika orang-orang Yahudi dan Nasrani berdebat dengannya tentang agama yaitu Islam, maka ia harus bekata kepada mereka bahwa dia telah menyerahkan diri sepenuhnya kepada yang Mahaesa, dan dirinya tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun juga, dan tidak menyembah tuhan yang lain selain-Nya.

Maksudnya adalah agar Nabi saw memberitahukan kepada mereka bahwa agamanya adalah agama tauhid (monoteisme), dan keyakinan ini adalah prinsip yang sama bahwa semua manusia dewasa wajib mengakuinya (menganutnya).

Dan katakanlah kepada mereka yang telah diberi al-Kitab

Orang-orang yang dimaksud adalah para ahli kitab, Yaitu kaum yahudi dan Nasrani

Dan orang-orang yang tak bisa membaca

Mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki Kitab, yakni kaum kafir Arab.

Apakah kau juga menyerahkan dirimu

Dengan merujuk kepada bukti-bukti dan tanda-tanda yang diperlihatkan kepada kalian, apakah kalian telah memeluk islam, atau tetap berkeras dengan kekafiran kalian sendiri?

Jadi, jika mereka tunduk, sesungguhnya mereka telah memperoleh petunjuk yang benar

Jika mereka menganut islam, akan bermanfaat bagi mereka sendiri karena telah diangkat dari kesesatan dan dibimbing menuju jalan yang benar.

dan jika mereka berpaling, maka yang wajib bagimu hanyalah menyampaikan pesan, dan Allah Mahatau tentang hamba-hamba-Nya.

Jika mereka bersikeras dan tidak mau memeluk Islam, maka tiada kerugian bagimu, wahai Muhammad! Engkau adalah Rasul Allah dan kewajibanmu hanyalah menyampaikan pesan dan untuk menarik perhatian mereka kepada jalan kebenaran dan petunjuk (hidayah).

Menurut Tafsir Ibnu Katsir dari Surah Ali Imran ayat 19-20 dimana Allah berfirman dalam salah-satu ayat yang berbunyi, "Sesungguhnya agama pada sisi Allah ialah Islam." Penggalan ini merupakan pemberitahuan dari Allah bahwa tiada agama menurut-Nya yang dapat diterima dari seseorang kecuali agama Islam. Islam merupakn panutan para Rasul dan mereka diutus Allah denagn membawa Islam hingga Allah mengakhiri rasul dengan Muhammad saw, yang menutup seluruh jalan kepada Allah kecuali melalui arah Muhammad saw. Barangsiapa yang meninggal, setelah diutusnya Muhammad, maka dia ditolak. Sebagaimana Allah berfirman, "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima daripadanya."

Kemudian Allah berfirman, "Dan tidaklah orang-orang yang diberi Al-Kitab berikhtilaf melainkan setelah datang kepada mereka pengetahuan, lantaran kedengkian di antara mereka," yakni bagian yang satu mendengki yang lain, lalu mereka berselisih ihwal kebenaran lantaran mereka saling mendengki dan membenci. Hal itu mendorong mereka untuk menyalahi pihak lain dalam segala ucapan dan perbuatan, meskipun yang disalahi itu benar.

Ali Imran ayat ke 85

85. Dan barangsiapa mengikuti agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan di akhirat, mereka di antara orang-orang yang merugi.

Penafsiran ayat tersebut menurut Tafsir Nurul Quran bahwa dalam ayat sebelumnya, digambarkan tentang bentuk kepemimpinan dan teologi Islam. Prinsip-prinsip umumnya adalah sebagai berikut:

1. Semua Nabi yang terdahulu , telah mengambil sumpah untuk beriman kepada nabi sesudah mereka .

2. Seluruh alam yang ada ini tunduk kepada Allah dan tidak ada agama yang bisa diterima kecuali agama Allah.

3. Para pengikut Islam beriman kepada semua Nabi Allah dan Kitab-kitab Allah.

Itulah bentuk agama Islam dan keyakinannya. Kini, secara eksplisit al-Quran menyatakan bahwa barangsiapa menerima yang selain itu, maka agama itu tak akan diterima darinya.

Sedangkan menurut Tafsir Ibnu Katsir penafsiran dari ayat tersebut bahwa barang siapa yang menempuh jalan yang tidak disyariatkan oleh Allah maka tidak akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Sebagai mana dikatakan dalam sebuah hadis sahih.

من عمِل عملاً ليس عليهِ أمرُنا فهُو ردٌ

"Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak sejalan dengan syariat kami, maka amalannya tertolak."

2. QS. Al Maidah ayat 3

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah¨, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya©, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panahª, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini* orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksaÒ karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ialah: darah yang keluar dari tubuh, sebagaimana tersebut dalam surat Al An-aam ayat 145.

©Maksudnya Ialah: binatang yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk dan yang diterkam binatang buas adalah halal kalau sempat disembelih sebelum mati.

ªAl Azlaam artinya: anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu. Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.

*Yang dimaksud dengan hari Ialah: masa, Yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

ÒMaksudnya: dibolehkan memakan makanan yang diharamkan oleh ayat ini jika terpaksa.

Ayat di atas yang bergaris bawah, yang artinya:

"Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, telah Kucukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Kuridhai Islam sebagai agamamu."

ªMenurut Tafsir Ibu Katsir bahwa inilah nikmat Allah yang palin besar yang dikaruniakan kepada umat ini, karena Dia telah menyempurnakan agama mereka sehingga mereka tidak memerlukan selain agama-Nya dan tidak memerlukan seorang nabi pun kecuali Nabi saw.

Oleh karena itu, Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi dan Dia mengutusnya kepada manusia dan jin. Maka tiada perkara halal kecuali yang telah dihalalkannya, tiada perkara haram kecuali yang telah diharamkannya, dan tiada agama kecuali yang telah disyariatkannya. Setelah Allah menyempurnakan agama bagi mereka, berarti sempurnalah nikmat atas mereka. Oleh karena itu Allah berfirman, "Pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu, telah Kucukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Kuridhai Islam sebagai agamamu." Maka ridhailah olehmu Islam untuk dirimu karena ia merupakan agama yang diridhai Allah dan dibawa oleh Rasul yang paling utama dan dikandung oleh kitab-Nya yang paling mulia.

3. QS. Ass Shaf ayat 7

7. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan Dusta terhadap Allah sedang Dia diajak kepada Islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir. Bahwa Allah berfirman demikian yaitu, tidak ada yang lebih zalim daripada orang yang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah dan menjadikan bagi-Nya segala bentuk saingan dan serikat, sedangkan Allah sendiri mengajaknya untuk bertauhid dan ikhlas.

4. QS. Al An'am ayat 125

125. Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya*, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

*Disesatkan Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dan tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, Maka mereka itu menjadi sesat.

Menurut Tafsir Al Azhar. Bahwa ayat ini membuka pintu kesempatan yang besar bagi setiap insan yang cinta akan kebenaran. Bagaimana seseorang diselubungi dosa, syirik dan kegelapan selama ini, satu waktu jika petunjuk datang wajah hidupnya bisa saja berubah yang penting ialah penerangan agama yang diterimanya. Itu sebabnya maka Rasulullah saw diperintahkan untuk menyampaikan seruan Allah dengan sebaik-baik penyampaiannya. Itu sebabnya maka memberikan da'wah agama hendaklah dengan memakai tiga peringatan. Pertama dengan Hikmat, kedua dengan Mau'izhah Hasanah (memberikan pengajaran secara baik) dan ketiga Wajaadil Hum Billati Hia Ahasan (bertukar fikiran/berdiskusi terhadap mereka denagn jalan yang sebaik-baiknya.

Di dalam ayat ini disabdakan oleh Allah bahwa kalau Allah menghendaki agar seseorang memperoleh petunjuk, niscaya dilapangkanlah atau dibukakanlah dadanya untuk menerima Islam. Ayat ini bagi orang yang beriman akan menambah imannya, selalu dia memohon kepada Allah agar ditunjuki dan dibuka dadanya, dibuka mata hatinya untuk menerima kebenaran.

5. QS. Az Zumar ayat 22

22. Maka Apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

Menurut Tafsir Al Mishbah ayat yang lalu menjelaskan bahwa turunnya air dari langit serta dampak-dampak yang diakibatkannya merupakan pelajaran bagi orang-orang yang memiliki pikiran yang cerah, yaitu mereka yang merupakan hamba-hamba Allah yang bertakwa, sedang sebelum ini telah dijelaskan bahwa mereka itulah yang memperoleh petunjuk Allah (ayat 18), maka ayat di atas bagaikan menyatakan bahwa: Mereka itu sama sekali tidak sama dengan para pendurhaka karena mereka berjalan di bawah bimbingan cahaya Ilahi, memandang kebenaran.

Sayyid Quthub menulis dalam konteks hubungan ayat di atas dan ayat sebelumnya bahwa: Sebagaimana Allah swt menurunkan hujan dari langit, dan menghailkan tumbuh-tumbuhan yang beraneka warna, demikian juga menurunkan al-Quran sebagai dzikir dan peringatan. Ia diterima oleh hati yang hidup sehingga terbuka, berkembang dan bergerak sebagaimana gerak kehidupan, dan ia dihadapi oleh yang keras hatinya seperti batu karang yang tidak disentuh oleh kehidupan.

Bisa juga ayat ini berhubungan dengan ayat 20 yang menguraikan ganjaran yang diperoleh oleh mereka yang bertakwa. Apapun hubungannya yang jelas ayat di atas bagaikan menyatakan: Maka apakah orang-orang yang dilapangkan Allah dadanya untuk menerima agama Islam, maka dia berada di atas cahaya dari Tuhan Pemelihara dan pembimbing-Nya. Apkah yang seperti itu keadaannya sama dengan orang yang membatu hatinya, dan berjalan dalam kegelapan tidak mengetahui arah dan menolak memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah? Maka kecelakaan yang besar bagi yang membantu hati mereka terhadap dzikrullah yakni al-Quran. Mereka itulah yang sungguh jauh kebejatannya berada dalam wadah kesesatan yang nyata tidak dapat mengelak darinya.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir Bahwa ayat di atas berhubungan dengan Surah Al An'am ayat 122.

"Dan Apakah orang yang sudah mati kemudian Dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu Dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." Karena itu Allah berfirman, "Maka kecelakaanyang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah." Yaitu, tidak menjadi lunak ketika disebutkan nama-Nya, tidak menjadi khusu, tidak mengerti dan tidak paham. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah membahas penafsiran-penafsiran ayat tentang agama Islam yang telah diuraikan diatas, kami dapat menyimpulkan yang pertama yaitu pengertian tentang agama Islam dan yang kedua konsep-konsep ayat-ayat yang berhubungan dengan agama Islam.

a. Yang dimaksud dengan agama Islam adalah penyeraha diri dengan sepenuhnya kepada Allah SWT di dalam tata kehidupan untuk menggapai keridhaan Allah agar mendapatkan pahala.

b. Inti dari keseluruhan ayat yang berhubungan dengan agama Islam yaitu:

Bahwa agama Islam itu merupakan milik Allah dimana umat manusia yang telah diberikan agama Islam harus tunduk atau menyerah diri serta taat terhadap perintah Allah, Karena Allah telah memberitahukan kepada Ummatnya bahwa tiada agama yang dapat diterima dari seseorang kecuali agama Islam. Orang-orang terdahulu yang telah diberi al-Kitab mereka tidak akan berikhtilaf atau berselisih terhadap agama Islam kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka dikarenakan kedengkian diantara mereka. Dan apabila sebagian mereka ada yang mendebat tentang kebenaran Islam, maka serahkanlah semuanya kepada Allah, dan apabila orang yang menempuh jalan yang tidak disyariatkan oleh Allah, maka tidak akan diterima daripadanya.

Bahwa Allah telah menyempurnakan agama mereka sehingga mereka tidak memerlukan selain agama-Nya dan tidak memerlukan seorang nabi pun kecuali Nabi saw. Setelah Allah menyempurnakan agama bagi mereka, berarti sempurnalah nikmat atas mereka. Maka ridhailah olehmu Islam untuk dirimu karena ia merupakan agama yang diridhai Allah dan dibawa oleh Rasul yang paling utama dan dikandung oleh kitab-Nya yang paling mulia.

Di dalam ayat ini disabdakan oleh Allah bahwa kalau Allah menghendaki agar seseorang memperoleh petunjuk, niscaya dilapangkanlah atau dibukakanlah dadanya untuk menerima Islam. Ayat ini bagi orang yang beriman akan menambah imannya, selalu dia memohon kepada Allah agar ditunjuki dan dibuka dadanya, dibuka mata hatinya untuk menerima kebenaran.

B. Saran

Setelah membaca makalah ini, penyusun sangat mengharapkan kepada para pembaca agar lebih giat mempelajari Tafsir al-Quran dan mengamalkannya dengan ikhlas, karena Tafsir merupakan salah satu penuntun bagi umat islam menuju mardhatillah.

DAFTAR PUSTAKA

Allamah Kamal Faqih Imani. Tafsir Nurul Quran

M. Nasib Ar-Rifa’I, Kemudahan dari Allah Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Gema Insani, Jakarta 2001

M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Quran

Pfof. R. H. A. Soenarjo, S.H. Al Quran dan Terjemahnya, Jakarta 1971

Prof. Dr. Hamka, Tafsir Al-Azhar

0 komentar:

Poskan Komentar