Pages

Rabu, 02 Juni 2010

TAFSIR SURAH AL-FATIHAH DAN TERJEMAH

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji dan syukur bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, atas segala Rahmat-Nya dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini teapat pada waktunya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpah kepada baginda Rasul, yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah tafsir tentang kajian empat tafsir surat Al-Fatihah ini, terutama sekali dimaksudkan untuk menjadi salah satu bahan bacaan dan memenuhi salah satu tugas dalam perkuliahan.

Dalam penyusunan makalah ini ucapan terimakasih penulis disampaikan kepada semua pihak yang membantu baik secara moril maupun materil kepada:

1. Ayahanda dan ibunda tercinta yang telah membimbing, mendidik dan memberi motivasi

2. Drs.H Undang Burhanudin,M.Ag

3. Dr.Andewi Suhartini M.Ag

Tak lupa penulis memohon maaf karena makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun.

Bandung, February 2009

Penulis
daftar isi

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………. 1

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………… 2

Bab I PENDAHULUAN ……………………………………………………………... 3

1.1 Latar Belakang Masalah …………………………………………………. 3

1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………………….. 4

Bab II PEMBAHASAN ………………………………………………………………. 5

2.1 Surat Al-Fatihah dan Terjemahnya ………………………………………. 5

2.2 Kandungan Surat Al-Fatihah …………………………………………….. 6

2.3 Asbab An Nuzul Al-Fatihah ……………………………………………… 7

2.4 Kajian Empat Mufasir Mengenai Surat Al-Fatihah ……………………… 8

2.5 Pemikiran Penyusun Terhadap Ke Empat Mufasir

Mengenai Surat Al-Fatihah ……………………………………………….13

Bab III PENUTUP …………………………………………………………………….15

3.1 Simpulan…………………………………………………………………15

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………16

LAMPIRAN-LAMPIRAN …………………………………………………………….17


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Al-Qur’an adalah sumber ajaran Islam. Kitab Suci itu, menempati posisi sentral, bukan saja dalam perkembangan dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga merupakan inspirator, pemandu dan pemadu gerakan-gerakan umat Islam sepanjang empat belas abad sejarah pergerakan umat ini.

Jika demikian itu halnya, maka pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, melalui penafsiran-penafsirannya, mempunyai peranan yang sangat besar bagi maju-mundurnya umat. Sekaligus, penafsiran-penafsiran itu dapat mencerminkan perkembangan serta corak pemikiran mereka.

Begitu juga surat al-fatihah yang ada di bagian dalam Al-Qur’an merupakan salah satu surat hapalan terwajib bagi setiap kaum muslimin karena membacanya dalam shalat termasuk rukun sah shalat. sebagai mana dalam hadits yang artinya:

“Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca ummul qur’an atau surat Al-Fatihah”. (HR. Bukhori Muslim)

Dari hadits diatas dapat kita pahami bahwa kedudukan bacaan surat Al-Fatihah dalam shalat menempati tempat yang sangat menentukan bahkan dapat membantu kehusuan shalat,seandainya kita mampu memahami makna yang terkandung dalam tiap ayat ayat tersebut.

Berikut ini, akan dikemukakan selayang pandang tentang penafsiran surat Al-Fatihah, menurut tinjauan kacamata para mufasir bahwa isi Al-Qur’an yang cukup sempurna itu, inti kandungannya termuat dalam surat Al-Fatihah, inti surat Al-Fatihah terdapat dalam basmalah. Hal ini merupakan suatu mukzijat yang sangat luar biasa yang Allah berikan kepada hamba-Nya.

Untuk mempelajari dan mengkaji isi dari surat Al-Fatihah, maka seseorang tidak bias mengabaikan ilmu tafsir. maka dengan ilmu inilah ia dapat mengetahui kandungan surat Al-Fatihah. maka disusunlah makalah ini dengan tema “KAJIAN EMPAT TAFSIR SURAH AL-FATIHAH”.

1.2 RUMUSAN MASALAH

Derdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1) Bagaimana kandungan surat Al-Fatihah?

2) Bagaimana asbabun nuzul Al-Qur’an?

3) Bagaimana kajian empat mufasir surat Al-Fatihah?


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 SURAH AL-FATIHAH DAN TERJEMAH

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد الله رب العا لمين * الرحمن الرحيم * مالك يوم الدين *

اياك نعبد وايا ك نستعين اھدناالصراط المستقيم * صراط الذين انعمت عليھم غير المغضوب عليھم ولاالضآ لين .

Terjemah :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang”.

“Segala puji bagi Allah yang mengurus semesta alam”

“Maha pemurah lagi maha penyayang”

“Yang menguasai hari pembalasan”

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”

“Tunjukanlah kami ke jalan yang lurus”

“Yaitu jalan orang-orang yang telah engkau anugrahkan nikmat ; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orng yang sesat”

2.2 KANDUNGAN SURAH AL-FATIHAH

Dalam surat Al-Fatihah mencakup semua makna di atas dalam satu kesatuan yaitu:

1. Mengenai masalah tauhid ditunjukan dalam firman-Nya

“segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam”.

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap pujian hanya bersumber dari kenikmatan-Nya. Tidak akan terwujud kenikmatan tersebut kecuali apabila nama-Nya dimulyakan . kenikmatan yang peling penting adalah kenikmatan mengadakan dan mendidik. Hal itu di tegaskan dalam firman-Nya العالمين رب dan disempurnakan dengan firman-Nya.

2. Janji dan ancaman tercakup dalam firman-Nya

“yang menguasai hari pembalasan”

Dengan demikian, berarti agama adalah balasan, adakalanya balasan kepada orang yang berbuat baik dan hukuman bagi orang yang berbuat jahat.

3. Masalah ibadah diambil dari firman-Nya

“hanya kepada engkau kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan”

4. Jalan untuk mendapatkan kebahagiaan diungkapkan dalam firman-Nya

“tunjukanlah kami jalan yang lurus”

Maksudnya adalah bahwa kebahagian tersebut tidak akan didapatkan secara sempurna kecuali dengan mengikuti jalan yang lurus. Barang siapa membelakanginya atau berpaling daripada Allah maka ia akan binasa dan tempatnya adalah neraka.

5. Cerita-cerita dan berita-berita lainnya diungkapkan dalam firman-Nya

“yaitu jalan orang-orang yang telah engkau anugrahkan nikmat kepada mereka”

Ini adalah satu petunjuk bahwa Allah mensyariatkan agama untuk membimbing manusia. Oleh sebab itu, ikutilah petunjuk-Nya dan berjalanlah pada ketentuan-Nya.

6. Orang yang tidak dapat mendapat kenikmatan sebagaimana disyariatkan dalam ayat

“... bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat”

Orang yang tidak diberi kenikmatan dibagi dua golongan yaitu:

· golongan yang keluar dari jalan yang haq setelah mereka mengetahuinya kemudian berpaling dan menolak apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.

· Golongan yang tidak mengetahui haq.

2.3 ASBAB AN NUZUL AL-FATIHAH

Dalam kitab Ad-Dalaail, Al-Baehaqi meriwatkan dari Abu Maesaroh yang artinya: bahwa Rasulullah saw. Berkata kepada Khadijjah: “Apabila aku menyepi, sering terdengarpanggilan. Demi Allah, aku takut, ini suatu perintah”. Khadijah berkata: “berlindunglah kepada Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan apa yang engkau lakukan. Demi Allah kau selamanya melaksanakan amanat, memelihara silahturahmi, dan melakukan kejujuran. Kemudian pada suatu ketika, rasulullah menyampaikan hal tersebut kepada Waroqoh dan Waroqoh mengisyaratkan kepada rasulullah agar tetap teguh dan memperhatikan panggilan tersebut. Tatkala rasulullah menyepi beliau dipanggil oleh malaikat dengan menyeru wahai muhammad, ucapkanlah:

سم الله الرحمن الرحيم* الحمد الله رب لعا لمين * الرحمن الرحيم*

ما لك يوم الدين * ايا ك نعبد وايا ك نستعين * اھدناالصراط المستقيم *

صراط الذين انعمت عليھم غير المغضوب عليھم ولاالضآ لين *

(Q.S Al-Fatihah: 1-7)

2.4 KAJIAN EMPAT MUFASIR MENGENAI SURAT AL-FATIHAH

Menurut empat mufasir ya’ni Ibnu katsir, Al Munir, Al Maroghi, dan Nurul Quran mengenai surat Al-Fatihah sebagai berikut:

a) Ayat Pertama

بسم الله الرحمن الرحيم

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pemurah lagi Maha Penyayang”.

Kajian tafsir menurut Al Munir bahwa lafad “Basmallah” adalah termasuk kedalam ayat.bahwa penapsiran “Basmallah” ini, merupakan pendorong bagi hamba allah Supaya memperbanyak dzikir. sebab inti ilmu hikmah yang dieiridkan oleh orang-orang soleh dan Waliyullah terdahulu adalah terletak pada lafad basmalah.

Menurut Al Maroghi dalam kitab tafsirnya mengemukakan bahwa sebagaian sahabat (Abu Huraeroh, Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Umar), Tabi’in (Said bin Jubair, Atho, Zuhry, Ibnu Mobarok), Fuqoha, ahli-ahli qiroat Mekkah dan kufah berpendapat bahwa Basmalah merupakan ayat dari setiap surat dalam Al-Qur’an.

Allah memerintahkan kita untuk berdzikir dan bertasybih sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya “Sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan” (Q.S Al-Mujammil: 8)

Menyebutkan nama Allah harus disertai dengan hati dan lisan untuk mengingat keagungan dan nikmat-nikmat-Nya yang telah diberikan pada hamba-Nya, berdzikir kepada Allah dengan lisan artinya membaca asmaul husna.

b) Ayat kedua

الحمد الله رب لعا لمين

“segala puji bagi Allah yang mengurus semesta alam”

Kajian tafsir menurut Al Munir bahwa lafad الحمد ditafsirkan dengan “As-Syukru“ karena memuji kepada allah artinya Bersyukur kepadanya atas limpahan nikmat yang luar biasa. adapun nikmat yang paling utama yaitu “Hidayah Iman”yang diberikan kepada kita.lafad لمين لعا رب mentafsirkan kedalm tiga pengertian:

a. Allah adalah pencipta segala mahluk

b. Allah adalah pemberi rizki

c. Allah adalah Dzat yang berkuasa mengubh suatu keadaan kepada keadaan lain.

Menurut Al Maroghi berpendapat bahwa dalam Al-Atsar diterangkan bahwa “Al-Hamdu” adalah pokok bersyukur. Berkenaan dengan syukur, Allah adalah yang hak untuk diibadahi dan Rabb yang menjadi sandaran segenap mahluk-Nya karena Allah memelihara manusia.

c) Ayat ketiga

الرحمن الرحيم

“maha pemurah lagi maha penyayang”

Kajian Tafsir menurut Al Munir lafad “الرحمن” diartikan dengan lafad “Allatif” yaitu Dzat yang maha pengasih Kepada semua mahluknya. baik pada orang yang berbuat kebaikan maupun pada yang berbuat kemunkaran.Sedangkan lafad “الرحيم” yaitu yang mengampuni dosa di dunia dan memberi rahmat diakhirat nanti bagi yang dikehendakinya.

Menurut Tafsir Nurul Qur’an istilah الرحمنdan الرحيم yang digunakan setelah bacaan rabbil alamin mengacu pada makna bahwa Dia dengan kekutan mutlaqnya tetap maha penyayang kepada semua mahluknya.sipat yang Allah miliki ini menarik hamba-hambanya sehingga mereka dengan senang hati mengucap “Arrahman dan Arrahim”.

d) Ayat keempat

ما لك يوم الدين

“yang menguasai hari pembalasan”

ما لك يوم الدينKajian tafsir Menurut Al Munir Lafad “

Yaitu ada dua cara bisa memanjangkan huruf “mim” jadi لك ما yang artinya bahwa allah SWT adalah tuhan yang mengatur segala sesuatu di akhirat. dan bisa memendekan huruf “mim” nya jadi ملك dengan makna tuhan yang memerin tah diakhirat dengan perintah dan larangan-Nya.

Kajian Tarsir Menurut Ibnu Katsir tentang ayat ini yitu bahwamenurut Ad dahhaq dari ibnu Abbas bahwa “الدين يوم لك ما”itu hari perhitungan amal-mal mahluk, yakni hri kiamat yang kedaan mereka nanti tergantung atas amal perbuatanya.jika mereka mempunyai amal jahat maka mereka akan bernasib jelek, kecuali yang mendapat ampunan. Hal ini sesuai dengan pendapat sebagaian besar para sahabat, tabi’in dan ulama salaf.

e) Ayat kelima

ايا ك نعبد وايا ك نستعين

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”

Kajian Tafsir menurut Al Munir bahwa lafad” نعبد ك ايا”yaitu dengan mengartikan “ kami Tidak Menghambakan diri pada sesuatu selain Allah.sedangkan lafad” نستعين ك وايا” yaitu hanya kepadamu kami memohon pertolongan untuk mengabdikan diri dalam artian tidak ada kemampuan untuk menghindarkan diri untuk maksiat kecuali dengan pertolongan-Mu.

Menurut Al Maroghi, ibadah adalah ketundukan, yang lahir dari sinar hati dengan I’tikad mengagumkan yang dipuja karena dia mempunyaikekuasaan yang tidak dapat dicapai oleh akal yang tidak bisa oleh akal pikiran manusia, barang siapa yang merendahkan diri terhadap raja, dia tidak disebut abid-Nya, tetapi takut karena siksaan-Nya atau mengharapkan kemurahan-Nya.

Lafad “Isti’anah” adalah memohon pertolongan dan bantuan atas kesempurnaaan perbuatanya sebab ia rtidak mampu kekal dengan pekerjaannya sendiri. Dari ayat lain Alloh memerintahkan kita agar tidak beribadah selain kepada-Nya, karena Dialah yang mandiri karena itu tidak patut dalam ibadah, Allah disekutukan dengan lain dan tidak dapat pula mengagumkan yang selainnya sebagaimana Allah memerintahkan pula agar tidak memohon pertolongan kecuali kepada-Nya

f) Ayat keenam

اھدناالصراط المستقيم

“tunjukanlah kami ke jalan yang lurus”

Kajian tafsir Menurut Akl Munir lafad ini diartikan bahwa permohonan atau do’a kepada Allah dengan dua pengertian:

a. Semoga Allah Senantiasa menambah hidayah islam kepada kami

b. Semoga Allah Menjadikan kami orang yang selalu mendapat hidayah.

Menurut tafsir Nurul Quran, jalan yang lurus ini merupakan ajaran ilahiyah itu sendirir memiliki beberapa tingkat semua orang tidaklah memiliki persiapan tingkat spiritual yang penting untuk menggapai tingkat-tingkat ini penting untuk diketahui bahwa jalan yang lurus selalu satu, tidak lebih dari itu karena jarak yang paling dekat antara dua titik hanya ada satu garis lurus. Ketika Al-Qur’an mengungkapkan bahwa jalan yang benar adalah kenyakinan itu sendiri kepada agama ilahiyah dengan aspek-aspek praktis dan moralnya.

g) Ayat ketujuh

صراط الذين انعمت عليھم غير المغضوب عليھم ولاالضآ لين

“yaitu jalan orang-orang yang telah engkau anugrahkan nikmat; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orng yang sesat”

Kajian Tafsir Menurut Al Munir bahwa lafad ini” عليھم انعمت الذين صراط “adalah agama orang-orang yang telah dianugrahi kenikmatan dari kalangan para nabi,shiddikin,syuhada dan sholihin.sedangkan lafad “عليھم المغضوب غير”yakni bukanlah agama orang yahudi yang dimarahi.lalu lafad “لين ولاالضآ”yakni bukan orang-orang yang sesat,dan bukan orang-orang nashoro yang sesat dari islam.serta orang yang dimurkai allah itu adalah orang-orang kafir.

Menurut Ibnu Katsir, lafad “Shirotol ladzina an’amta ‘alaihim” ialah orangorang yang diberi nikmat oleh Allah sebagaimana terdapat dalam surat An-Nisa ayat 69-70. Menurut riwayat Ad-Dahak yang diterima oleh ibnu Abbas berkata “nikmat yang dilimpahkan pada mereka itu berupa taat dan ibadah kepada Allah, malaikat, Para Nabi dan orang-orang yang shaleh. Sedangkan lafad “Ghoiril Magdhobi ‘alaihim wa laa dhoolliin” yaitu orang-orang yang mengetahui hak kebenaran tetapi merekaberpaling dari padanya dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat yaitu orang yang tidak berpengatahuan. Lafad “Adh-Dholin” sendiri merupakan dua jalan yang fasid yaitu jalan orang-orang Yahudi dan Nashrani.

h) Membaca lafad ” آمين

Syekh An-Nawawi memberikan petunjuk kepada orang yang telah membaca surat Al-Fatihah.Hendaklah ia membaca lafad آمين “ artinya “semoga Allah SWT menyebabkan atau berkenan menerima atau memenuhi segala permohonan”.

2.5 PEMIKIRAN PENYUSUN TERHADAP KE EMPAT MUFASIR MENGENAI SURAT AL-FATIHAH

Dari uraian tafsir Al-Fatihah di atas, maka penulis menganalisa pendapat mufasir sebagai berikut:

Dalam tafsir Al Marogi, kandungan surat Al-Fatihah antara lain keimanan kepada allah, pahala bagi orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, ancaman siksa bagi orang-orang yang durhaka dan menjauhi ajaran-Nya cara mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Dalm tafsirAl Munir kandungan surat Al-Fatihah semuanya telah tercakup hal yang berkenaan dengan masalah ibadah, baik ibadah amaliah atau ibadah badaniah dalam kehidupan manusia sebai pengabdian kepada allah maka telah cukup dalam isi surat Al-Fatihah.

Dalam tafsir Nurul Quran, surat Al-Fatihah memiliki keutamaan ketimbang surat-surat lain dalam Al-Qur’an karena surat Al-Fatihah sebanding dengan keseluruhan isi Al-Qur’an.tujuh ayat dalam surat Al-fatihah menyimpulkan seluruh Al-qur’an, sebagaimana terdapat dalam firman Allah yang artinya” Dan kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-qur’an yang agung”(Q.S Al-hijr:87).

Dalam tafsir Ibnu Katsir,surat Al-Fatihah yakni menurut pendapt yng kuat(sahih),surat Al-Fatihah tujuh ayat,menurut umar bin ubaid berjumlah delapan ayat.nama-nama lain surat ini adalah ummul kitab,alhamdu,ash-sholat,asy-syifa,ar-ru’yah,as saul Qur’an,al waafiyah,as-sab’ul matsani,al kanzu dan Al Qur’an serta al-kaafiyah.swurat ini termasuk surat madaniyah,dan ada pula yang mengatakan makiyyah.Al ftihah termasuk surat yang paling mulia dalam al qur’an dan menurut jumhur ulama,membacanya merupakan syarat sahnua shlat.menurut jumhur ulama membaca isti’anah sebelum membaca surat Al-Fatihah adalah sunnah,sedangkan menurut ar-razi adalah wajib,jika hendak melaksanakan shalat dan membaca Al-Qur’an.


BAB III

PENUTUP

3.2 Simpulan

Dalam penyusunan makalah di atas maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :

a. Kandungan isi Surah Al-Fatihah mencakup semu makna dalam suatu kestuan: Ketauhidan, Janji dan Ancaman, Ibadah, jalan untuk mendpatkan Kebahagiaan dan orang yang tidak mendapatkan Kenikmatan.

b. Surah Al-Fatihah diturunkan Secara Langsung Tujuh Ayat.Surah Al-Fatihah diturunkan sebelum nabi hijrah ke madinah,maka surah Al-Fatihah termasuk Surah Makiyyah.namun fadilah surah Al-Fatihah termasuk Surah Madaniyah.

c. Pandangan terhdap ke empat Tafsir itu bahwa isi seluruh surah dalam Al-Qur’an terdapat dalam Surah Al-Fatihah dan Surah Al-Fatihah Terangkum dalam ayat basmalah yakni pada huruf “ ba “.jadi seluruh mufasir telah mentafsirkan semua surat itu bertujuanya sama namun metode penapsiranya berbeda.maka dari itu kita perlu mentafsirkan suatu ayat ataupun surat asalkn jangan keluar dari ketentuan.


DAFTAR PUSTAKA

· Imamul Jalil Al Hafiz Imaduddin Abul Fida Ismail Bin Umar Bin Katsir. Tafsir Qur’anul Adim, juz 1: Daarul Fiqr.

· Kamal faqih, Allamah. Tafsir Nurul Quran Sebuah Tafsir Sederhana Menuju Cahaya Al-Qur’an. Jakarta. 2003: Al-Huda

· Ridho, Muhammad Rasyid. Tafsir Al-Munir, Juz 1. Makkah: Musthofa Al Halabi.

· Uninus. Tafsir Al-Jami’ah, Juz 1. Bandung. 1990: Pustaka

0 komentar:

Poskan Komentar